Year-End Note: My Top 10 Songs of 2018 (Japan)

Yeah, masih bennner gw dengerin J-Pop. Dipikir-pikir kasihan juga bahwa J-Pop tidak pernah benar-benar jadi tren di sini, padahal industri pop Jepanglah yang pertama kali dijuluki dengan inisial nama negara yang didempet dengan kata 'pop' =D. Gw tetap insist itu salah mereka sendiri yang nggak ambil kesempatan ketika punya crowd terbatas tapi kuat di awal era 2000-an dulu. Tetapi, gw juga nggak lelah mengampanyekan bahwa menemukan lagu-lagu J-Pop sekarang--yang legal--su dekat sudah lebih mudah, terutama dengan adanya YouTube dan Spotify/Apple Music/iTunes. Jadi, wahai anak-anak Jejepangan, baik angkatan dulu maupun yang baru-baru, silakan diikulik-kulik lagi lho.

So, anyway, hasil rangkuman lagu-lagu Jepang berkesan tahun 2018 adalah gabungan dari artis kesukaan gw a.k.a. yang itu-itu aja ^_^', ke yang benar-benar baru, ke yang konon saat ini sedang naik daun di Jepang. Silakan dicicipi...




My Top 10 Songs of 2018 (Japan)


10. "生者のマーチ (Seija no March)" – ASIAN KUNG-FU GENERATION

Not necessarily a single, lebih merupakan sebuah lagu pelengkap dalam album best of kedua mereka. Meski bukan yang pertama kali digunakan, mode slow-down dari AKG di lagu ini menurut gw adalah salah satu yang paling berhasil. Nggak sertamerta eksperimental namun tetap dewasa.








9. "贈る言葉 (Okuru kotoba)" – GReeeeN

Musik GReeeeN mungkin tidak berubah banyak, tetapi mungkin karena gw udah lama nggak mengikuti rilisan mereka, lagu ini jadi terdengar menyenangkan. Sebuah ballad dalam tradisi "Ai Uta" dan "Kiseki", rangkaian melodi yang gampang nyantol di kuping dibalut tempo medium yang membuatnya terdengar nyaman. Oh, kita masih belum tahu muka-muka personelnya ya?








8. "Kohakuiro no namida" – Miwa Sasagawa  ("琥珀色の涙" - 笹川美和)

Gw kurang tahu ini siapa, tetapi lagunya nyelip di antara playlist yang gw dengarkan di Spotify, dan gw langsung mengenali gaya aransemennya yang nggak mungkin bukan Keiichi Tomita (MISIA's "Everything", Mika Nakashima's "Will", Ken Hirai's "Canvas", among others). Dan, itulah alasan utama lagunya bisa nongkrong di senarai gw, hehe. Secara keseluruhan lagunya begitu syahdu, dengan kompleksitas kord dan instrumen khas Tomita dan ada unsur jazznya sedikit, mengiringi vokal lembut mendayu-dayu Sasagawa.








7. "Arigatou" – Yu Takahashi  ("ありがとう" - 高橋 優)

Semacam mendapat energi baru, setelah beberapa rilisan belakangan Takahashi agak ambisius dalam susunan nada dan aransemennya. Lagu ini seperti kembali ke karakter dan kemampuannya yang paling istimewa, yaitu liriknya yang panjang-panjang dipasangkan pada nada-nada yang tidak ribet namun mampu menonjolkan dinamika emosi saat dinyanyikan.








6. "Lemon" –  米津 玄師 (Kenshi Yonezu)

Yonezu dalam tahun-tahun ini meraih popularitas yang makin menanjak di blantika J-Pop, mungkin berkat warna suaranya yang cukup khas dan gaya bernyanyinya yang lugas. Namun, jangan lupa bahwa dia juga menghasilkan lagu-lagu yang mudah mengena. Lagu pop-rock ballad yang ini mewakili sisi yang lebih kalem dari Yonezu, tetapi itu pun nggak kalem-kalem banget--speed nyanyiannya masih cepet dan jangkauan nadanya masih lebar, semacam ada cerita dramatis nan tragis ingin disampaikan di dalamnya, walaupun gw juga nggak tahu pasti apa, hehe *kemudian cari terjemahannya*.








5. "Hana" – Hata Motohiro  ("花" - 秦 基博)

Udah tahu 'kan kalau Hata itu piawai bikin lagu-lagu yang lembut dan menghangatkan. Lagu barunya ini mungkin bukan berada di level lagu-lagu doi yang populer sebelumnya, tapi perkawinan antara petikan gitar dan irama yang kalem dengan suara tajam Hata menimbulkan kehangatan yang luar biasa saat didengarkan.








4. "Kitto ai wa fukouhei" – Seiya Matsumuro  ("きっと愛は不公平" - 松室 政哉)

Ini bukan melanjutkan pola kecenderungan gw untuk menyukai karya dari artis-artis berkacamata =D. Lagu ini nyaris bisa diabaikan karena sekilas bentuknya "hanya" love ballad biasa, tetapi rupanya menawarkan rasa berbeda lewat pilihan melodi dan kord yang cukup unexpected. Vokal Matsumuro yang tipis dan rada fragile itu pun menambah "tusukan" lagu ini. Formula standar dengan seasoning berbeda yang hasilnya tetap enak.








3. "Anata" – Utada Hikaru  ("あなた" - 宇多田ヒカル)

Agak kembali kembali pada roots awal gw tahu Utada, lagu ini memasukkan unsur R&B dan groove yang asik bener, bisa banget bikin angguk-angguk, dan kembali menonjolkan ketulusan dalam vokal rapuhnya. Well, seperti biasa, di antara nada-nada manis lagu Utada selalu saja digabung dengan nada-nada dan kord minor yang sepertinya memang nggak bisa lepas dari karakternya.








2. "Gifts" – Superfly

Superfly kalau lagi "bener", as in nggak terlalu berusaha kenceng-kencengan tarikan rock n roll, bisa menghasilkan karya yang menggetarkan. Kalau nggak salah lagu ini dirancang untuk jadi lagu utama (wajib?) dalam festival paduan suara SMP yang diselenggarakan NHK (kayak dulu "Tegami"-nya Angela Aki (2009)), tetapi sebagai lagu pop-rock dengan lirik inspiratip pun sedap didengar dan terasa grand berkat dinamika komposisi nada dan aransemen dari yang soft sampai yang all-power.














1. "Stand By You" –  Official髭男dism (Official Hige-Dandism)

Temuan baru yang entah datang dari mana, lagu ini begitu mudahnya merasuk di ingatan sejak pertama kali dengar. Dibawakan ceria dalam kemasan pop-funk yang groovy, tetapi dengan penataan nada yang dikasih twist nyelendro ala Jepang. Hasilnya begitu yang rancak, terasa fresh, dan memancing untuk ikutan bersenandung, termasuk yang nggak ngerti bahasa Jepang karena chorus-nya lumayan mudah ditangkap dan banyak vocables ho uwo uwo-nya =D. You see, perpaduan yang agak antik tapi hasilnya tetap pop kayak gini adalah alasan untuk terus mendengarkan J-Pop.







Baca Juga
Related Post

Top Post Ad

Below Post Ad