Year-End Note: My Top 10 International Songs of 2020

Tahun 2020 emang fix tahun yang aneh ya. Situasi lockdown, social distancing, work from home, sebenarnya cukup mendukung untuk mengeksplorasi jagat musik dunia, apalagi adanya para aplikasi pengalir musik digital yang makin mengukuhkan eksistensinya. Tetapi, kadang selera nggak bisa bohong ya, pada akhirnya yang disuka dan diputar ulang-ulang ya yang macam itu-itu lagi ehe. 

Lalu terkumpullah beberapa lagu yang paling gw nikmati dari satu tahun belakangan ini, dan as always akan gw bagi jadi tiga kategori berbeda. Gw akan mulai dari yang mancanegara, sedangkan untuk Indonesia dan J-Pop akan ada senarai terpisah. Tanpa berlama-lama, mari jo kita gelontorkan 10 lagu internasional kesukaan gw dari satu tahun belakangan ini, dalam urutan mundur.


NOTE: cut-off periodenya adalah lagu-lagu rekaman yang dirilis secara daring dan atau fisik dari Desember 2019 sampai November 2020--karena harus ada proses aging dulu minimal beberapa minggu biar yakin beneran oke atau nggak =).



My Top 10 International Songs of 2020



10. "Lose" - NIKI

Sebelumnya gw tahu musik NIKI lebih ke urban-pop R&B yang emang sesuai dengan iklim musik di US sonoh, tapi gw senang bahwa penyanyi asal Indonesia ini juga sanggup menampilkan stripped-down ballad yang solid. Dengan lirik yang melankolis, warna vokal NIKI yang kokoh bikin lagu ini jadi tambah menusuk tanpa cengeng.



9. "우연인 듯 운명 (Uyeon-in deus unmyeong) / But It's Destiny" - 10cm

Sejak "What the Spring??" (2016) yang gw suka banget, gw berusaha ngikutin beberapa rilisan 10cm, namun kayaknya baru lagu ini yang menggerakkan gw untuk memutarnya berulang kali. Romantic ballad yang rawan jatuh jadi lagu yang standar saja, tetapi pemilihan melodi yang timeless serta pembawaan yang nggak serba ngegas untungnya membuat lagu ini nggak terkesan usang. Btw, gw bahkan belum pernah nonton Crash Landing on You =D (ini salah satu soundtrack di situ).



8. "Hero" - Weezer

Weezer kembali mempersembahkan gaya power pop yang cukup kenceng. Liriknya mungkin mengandung kegetiran seseorang yang merasa terasing menghadapi kehidupan, namun dengan kemasannya yang menghentak ringan dan cerah, interestingly lagu ini seakan juga memunculkan semacam ajakan keteguhan, malah bikin semangat.



7. "Sweet Melody" - Little Mix

Dengan bunyi dan hentakan fierce ngikutin zaman banget, struktur lagu ini terbilang cukup basic. Namun, bila 'basic' artinya mampu memaksimalkan kekuatan Little Mix sebagai grup vokal--meng-highlight kemampuan vokal masing-masing sekaligus apik saat membentuk harmoni di chorus, nggak ada yang perlu dikeluhkan sih. Apalagi ketika diperhatikan lagi, banyak layer bunyi track ini diisi oleh vokalisasi mereka layaknya instrumen musik, sehingga lagu ini punya "gigitan" yang lebih.



6. "Promises" - Agnez Mo

Kadang-kadang gw wondering kenapa ka Agnez nggak lebih banyak membuat lagu R&B yang laid-back seperti "Promises" yang begitu mengesankan. Lagu ini nggak terlalu ribet untuk dinikmati, agak gimmicky sedikit di satu bagian chorus tetapi masih sangat terintegrasi dengan mood keseluruhan lagunya. Pun vokalnya enak sekali terdengar di sini. Terlepas dari liriknya yang lebih condong ke ranah gospel, buat gw ini karya internasional ka Agnez terbaik sejauh ini.



5. "Levitating" - Dua Lipa

Gw makin menyenangi rilisan Dua Lipa tahun-tahun belakangan ini, termasuk beberapa track doi yang terangkum dalam album Future Nostalgia di tahun ini. Namun, untuk kepentingan senarai, pilihan gw akhirnya jatuh pada "Levitating", yang asyik bukan hanya karena nada catchy dan nuansa disko retro yang bikin nggak tahan untuk jogedan, tetapi juga memfasilitasi warna suara Lipa yang legit serta artikulasinya yang mantap. Dan, kayaknya baru kali ini single Dua Lipa baik dari segi melodi, musik, dan syair yang bener-bener santai dan happy.



4. "Nobody's Love" - Maroon 5

Mungkin gw salah satu orang yang, emm, 'kurang merestui' arah pilihan musik Maroon 5 dalam dekade belakangan ini, tetapi gw juga nggak menjauhi lagu-lagu mereka sama sekali (walau seringnya merekalah yang nggak 'menjauhi' gw saking seringnya diputar di mana-mana). Sampai akhirnya muncul "Nobody's Love" yang terbilang mudah banget nyantol ke gw. Walau nggak bergerak jauh dari beberapa rilisan sebelumnya, gw merasakan vibe agak beda di tengah atmosfer chill yang ditimbulkan lagu ini. Mungkin karena susunan lirik yang menuntut sincerity lebih, atau whoop-nya (uwo oh oh, doo doo doo, dsb) yang jauh berkurang. Entahlah, 2020 has been weird for me too.



3. "All I Need (with Mahalia & Ty Dolla $ign)" - Jacob Collier

Sebuah temuan yang hampir gw lewatkan kalau saja gw nggak nyimak daftar nominasi Grammy 2021. Sekilas ini adalah track R&B dengan pengaruh jazz yang kental, dikomposisikan jadi lagu yang cerah menggembirakan, asyik banget buat bopping. Namun, dilihat lebih dalam lagi, track ini terdiri dari berbagai layer suara, baik instrumental maupun vocalization, yang semuanya--kecuali part-nya Mahalia dan Ty Dolla $ign--dimainkan dan diolah oleh Collier sendiri. Di sini akan banyak ditemukan belokan chord dan bunyi yang nggak masuk nalar awam tetapi hasilnya bisa enak dan utuh, dan hebatnya lagi, tetap ada rasa pop.



2. "Underdog" - Alicia Keys

Alicia Keys adalah salah satu artis yang nggak pernah luntur daya artistiknya sekalipun masa-masa heitssnya bisa dibilang udah lewat. Munculnya lagu "Underdog", sebuah tribute untuk siapa pun yang tengah bekerja keras dalam keseharian apa pun bidangnya, kayak pas banget dengan situasi tahun 2020 ketika banyak sekali orang perlu dikuatkan. Lagu yang begitu uplifting, pesannya yang lugas itu dituturkan dalam melodi dan irama medium yang menghentak lembut, dan makin bertambah bobotnya dengan ketulusan vokal Keys.






1. "Psycho" - Red Velvet

Ini bukan soal K-Pop lagi puncak-puncaknya, atau lagunya sering diputer di mana-mana. Coba deh dengerin lagu ini dengan saksama, sambil merem kalau perlu. Ini lagu pop R&B yang smooth dan rapih banget. Dari strukturnya yang ringkas tapi diselipkan berbagai variasi bunyi, chord, dan nada; bass dan beat-nya tebal tapi nggak galak; jangkauan melodinya lebar cocok buat pamer kemampuan vokal (yang dikenal jadi salah satu keunggulan Red Velvet); 'adlibbing' yang tepat guna; sampai ke penempatan bagian rap yang santun nggak asal ada. Tanpa kudu melihat koreografi atau video musiknya kayak gimana, lagunya udah bagus on its own, bisa banget didengerin di mana pun dan kapan pun, bisa banget dinikmati murni karena musik dan nyanyiannya tanpa harus jadi pemuja per-idol-an Korea--walau iya pun nggak ada salahnya juga sih.



See also:

My Top 10 Indonesian Songs of 2020
My Top 10 J-Pop Songs of 2020


Gw juga sempatkan bikin senarai ini dalam playlist Spotify, monggo.

Baca Juga
Related Post

Top Post Ad

Below Post Ad