My Movie Picks of November 2021

Baik via bioskop maupun via layar kaca, sebulan kemarin tontonan gw nggak terlalu sedikit tapi nggak terlalu banyak juga, seneng deh. Mudah-mudahan ini jadi pola yang baik untuk ke depannya, nggak kumat males nonton lagi *semangat*. Pun gw bisa mendapatkan jumlah film berkesan yang cukup dijadikan bahan bikin postingan bulanan, hehe. Dan, inilah mereka...




1. Last Night in Soho
(2021 - Focus Features/Universal)
dir. Edgar Wright
Cast: Thomasin McKenzie, Anya Taylor-Joy, Matt Smith, Michael Ajao, Diana Rigg, Terence Stamp, Rita Tushingham, Synnøve Karlsen, Jessie Mei Li, Pauline McLynn, Sam Claflin


Di film ini, sutradara Edgar Wright menanggalkan hampir semua bentuk becandaan dan quirkiness yang selalu muncul di film-filmnya sebelumnya. Why? Karena apa yang ingin dibicarakan cukup serius di sini. Gw tentu nggak mau spoiler terlalu banyak, namun film ini memberi cerminan represi dan ketimpangan gender dalam society, baik dulu maupun (sadly) sekarang, yang diolah dalam horor psikologis misteri bertema crime dan sentuhan time travel--film karya Wright emang nggak bisa disimpulkan dalam satu genre sih ya. Walau jelas bukan karya paling cerah ceria dari Wright, kecermatan tutur, ketepatan ritme, dan kekuatan teknis audio visual yang nggak main-main dapat membawa film ini tetap berenergi sekaligus mencengkeram perhatian hingga akhir, entertaining tapi ada isi.

My score: 8/10




2. Eternals
(2021 - Marvel Studios)
dir. Chloé Zhao
Cast: Gemma Chan, Richard Madden, Salma Hayek, Angelina Jolie, Kit Harrington, Kumail Najiani, Brian Tyree Henry, Don Lee, Lia McHugh, Barry Keoghan, Lauren Ridloff, Harish Patel, Bill Skarsgård, David Kaye


Gw termasuk setuju pada pendapat-pendapat bahwa Eternals adalah film superhero MCU yang paling beda sendiri hingga saat ini. Kisahnya tentang sekelompok makhluk berkekuatan khusus--dan berhati nurani yang memanusia--yang diutus sesosok penguasa semesta untuk melindungi Bumi dari gangguan musuh rahasia, sejak zaman purba sampai masa kini. Titik bedanya sih bukan pada perkara pihak baik harus mengalahkan pihak jahat, itu mah tetep. Namun, film ini memasukkan unsur dilema moral para tokohnya dalam memroses dan memutuskan mana yang disebut baik atau jahat, dan menurut siapa. Ada kalanya, saking besarnya ide yang mau disampaikan, penuturan film ini kurang terkalibrasi dengan garis-garis besar haluan film superhero yang harus memberi ruang khusus untuk aksi-aksi serba exciting dan hehebohan apa pun ceritanya. Akan tetapi, hasil akhir film ini terbilang sudah cukup mengakomodir baik aksi superhero, tema eksistensialnya, maupun pemorsian karakternya yang banyak itu, menjadi tontonan berskala besar dan tak terlalu sulit dimaknai.

My score: 7,5/10




3. Losmen Bu Broto
(2021 - Ideosource/Paragon Pictures/Fourcolours Films)
dir. Ifa Isfansyah, Eddie Cahyono
Cast: Maudy Koesnaedi, Mathias Muchus, Maudy Ayunda, Putri Marino, Baskara Mahendra, Marthino Lio, Danilla Riyadi, Landung Simatupang, Kenes Andari, Teuku Ryzki, Thomi Baraqbah, Marzuki Mohamad, Erick Estrada, Darius Sinathrya, Karina Suwandi


Film ini menjadi satu lagi upaya mengkinikan sebuah serial drama klasik Indonesia dalam persembahan layar lebar. Terlepas dari usia serial aslinya yang mencapai 30-an tahun, menurut gw film ini sukses menyampaikan sebuah esensi yang tetap relevan dengan masa sekarang tentang hubungan antaranggota keluarga, yang direpresentasikan oleh keluarga Broto, pemilik dan pengurus sebuah penginapan/losmen di Yogyakarta. Peristiwa dan konflik yang diangkat sebenarnya--dan untungnya--nggak sampai dramatis gegap menggelegar petir menyambar, namun film ini mampu menyampaikan beratnya beban emosional yang diemban ketika muncul perseteruan dalam keluarga, baik yang terkatakan maupun yang tidak, baik yang baru terjadi maupun yang terpendam. Gw menikmati kesehajaan penuturannya--nggak terlalu mewah tapi nggak mure juga, yang in a way memperkuat performa para pemainnya yang kece-kece itu.

My score: 7,5/10



4. Tick, Tick...BOOM!
(2021 - Netflix/Imagine Entertainment)
dir. Lin-Manuel Miranda
Cast: Andrew Garfield, Alexandra Shipp, Robin de Jesús, Vanessa Hudgens, Joshua Henry, Jonathan Marc Sherman, Mj Rodriguez, Ben Levi Ross, Judith Light, Bradley Whitford


Kisah kenapa dan dari mana film ini dibikin tuh agak lumayan panjang, yang pasti ini diangkat dari kisah nyata seorang penulis pentas musikal Jonathan Larson di masa-masa sulitnya di era 1990-an sebelum terkenal di kancah Broadway lewat pentas berjudul Rent. Ceritanya berangkat ketika Larson menginjak usia 30 tahun dan tak kunjung 'jadi orang' (o_o I feel attacked), di masa orang-orang seangkatannya sudah banyak yang sukses dan mapan, atau sebaliknya, yang sekarat dan meninggal karena HIV yang sedang mewabah. Film ini formatnya musikal--beberapa bagian cerita disampaikan dengan lagu, namun memang bukan jenis yang flashy dan glamor gitu. Yang pasti, perjalanan emosional seorang seniman menggapai big break-nya, diwarnai dengan permasalahan ekonomi, pertemanan, dan asmara, sukses ditangkap dan dipresentasikan kembali lewat permainan hebat dari Andrew Garfield dan alunan lagu-lagu pop rock yang ekspresif. 

My score: 7,5/10



Baca Juga
Related Post

Top Post Ad

Below Post Ad