Pengukuran RPM Ban

Rotation Per Minute atau RPM secara sederhana juga dapat diukur menggunakan cara nomor 2 yaitu dengan rumus :

RPM = ((60 / waktu tempuh) x jarak tempuh ) / keliling Ban


Contoh :

Keliling ban = 5cm = 0,05 meter


Jarak Tempuh = 300 meter


Waktu Tempuh = 10 detik


Menggunakan rumus :


RPM = ((60/10) x 300) / 0.05 = 36.000 rpm

Sepintas memang alat ini adalah miniatur dari dynotest yang biasa kita jumpai di bengkel-bengkel Dynotest tapi ternyata fasilitas yang disediakan oleh speedchecker ini tidak selengkap yang biasa kita jumpai di bengkel-bengkel dynotest. Di speedchecker kita hanya bisa mengukur kecepatan, waktu tempuh dan RPM karena parameter yang disediakan hanya berdasarkan putaran ban. Sementara DynoTest selain kecepatan juga menyediakan perhitungan Horse Power (HP = Torque x RPM), Torque dengan perhitungan Gaya Putar Piston kendaraan dengan satuan Newton dikalikan dengan Jarak dengan satuan meter (Torque = F x r) dan lebih spesifik Dynotest dapat pula menghitung putaran mesin bukan putaran ban seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Secara umum speedchecker sudah sangat membantu mengetahui parameter yang ada di mesin kita, walaupun tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya, karena ketika kita menjalankan mobil di track maka faktor-faktor lain seperti derajat tiang, kondisi dan jenis ban, jenis dan jumlah roler, gaya gesekan statis dan kinetis dengan track, serta kondisi dan track pada saat pengukuran dan lain-lain amat mempengaruhi perhitungan kecepatan yang di hasilkan, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa speedchecker dapat digunakan hanya untuk pengukuran awal dan bukan pengukuran detil lanjutan karena untuk hal tersebut dibutuhkan beberapa parameter yang tidak dapat kita dapatkan pada speedchecker.
Baca Juga
Related Post

Tags

Top Post Ad

Below Post Ad

close