Jawaban Tentang Kekuatan Thor yang Tidak Stabil di film Infinity War

Christopher Markus dan Stephen McFelly selaku penulis film Avengers: Infinity War menjawab ketidakstabilan kekuatan milik Thor. Di film Ragnarok, Thor memiliki kekuatan yang sangat kuat dan kepercayaan diri tinggi. Namun di awal scene Infinity War, Thor tampak tak berdaya menghadapi Thanos. Namun setelah mendapatkan Stormbreaker, kekuatan Thor nampak kembali lagi. Markus dan McFelly akhirnya menjawab tentang naik-turun kekuatan Thor.

"I think he's very durable. Like I think, literally, his flesh is very hard to break. That's why he can survive in space, that's why he can take that thing in the star. But you can still drain him of energy, you can still knock him out, you can still hurt him. So I think it would be very hard to wreck his body, but I think, you know, he has stamina and his stamina goes up and his stamina goes down depending on what he's been through."

Jadi, mereka menyebutkan bahwa Thor adalah karakter yang kuat dan susah dihancurkan atau dibunuh. Tapi, Thor juga memiliki stamina dan tetap dapat merasakan kesakitan. Jadi stabilitas kekuatan Thor berpacu pada staminanya.

Saat di pertarungan akhir Ragnarok, Thor baru mendapatkan kekuatannya dengan stamina penuh dan mampu menghabisi pasukan Hela. Saat berhadapan dengan Thanos di opening scene Infinity War, ia tampak sudah kelelahan bertarung dan kehabisan tenaga. Dan setelah mendapat Stormbreaker, energi dan staminanya terisi kembali dan siap bertarung menghadapi Thanos dengan kekuatan penuh. Mungkin begitulah yang dimaksud Markus dan McFelly.

Sepertinya Thor harus berguru sama Captain America, supaya gak kehabisan stamina dan bisa bilang "I can do this all day"

Baca Juga
Related Post

Top Post Ad

Below Post Ad