Jangan Memaksakan Trading (Cut Loss) Penting Tapi Sulit Dilakukan

Analisis belum tentu benar. Prediksi belum tentu benar. Saat hal itu terjadi, yang terjadi adalah kerugian. Jika dibiarkan, kerugian bisa makin besar. Untuk itu penting untuk melakukan cut loss dalam trading, gunanya untuk mencegah kerugian makin besar. Tapi walaupun penting, cut loss sulit dilakukan. Banyak dealer yang "tidak tega" untuk melakukan cut loss. Artikel ini akan membahas mengapa cut loss walau penting tapi sulit dilakukan. Juga dijelaskan berbagai ideas untuk melakukan cut loss.

Trading adalah tentang mengelola revenue dan loss. Jika tidak mau rugi, sebaiknya Anda mempertimbangkan lagi karir sebagai trader.

Kunci sukses buying and selling adalah dengan meminimalkan kerugian atau dengan kata lain, melakukan cut loss jika salah posisi trading

Cut loss artinya kita melepas posisi buying and selling dalam kondisi rugi. Dengan kata lain, berani mengakui kesalahan, dan mengambil tindakan

Trader biasanya tahu kalau salah posisi trading. Yang jarang dilakukan itu adalah melakukan tindakan cut loss. Saat salah posisi trading, pikiran sebenarnya sudah tahu harus cut loss, tapi hati yang tidak tega. Hal ini disebabkan faktor Psikologi Trading

Doa dealer salah posisi: Please balik modal saja, nanti kl balik, saya akan rajin cut loss. Biasanya tetap tidak mau cut loss di buying and selling berikutnya. Lha kemarin bisa balik harganya, barangkali kali ini bisa balik lagi. Tuman!!!

Trader yang cuma sebatas mengakui kesalahan, tapi tidak mengambil tindakan ya tetap saja akhirnya rugi tambah besar, modal tergerus dan akhirnya kena MC (Margin Call). Sedapat mungkin, dealer harus menghindari malaikat maut bernama Margin Call

Pasar itu bos yang galak utk dealer ngeyel tidak mau cut loss.

Trader saham tidak mau cut loss akan "dmutasi paksa " jadi investor dalam waktu lama

Trader foreign exchange tidak mau cut loss, akan "dipecat paksa" jadi dealer dengan surat cinta berjudul MC karena modal habis

So, kalau mau jadi dealer beneran, lalukan cut loss bila perlu

Kalau dianalogikan, melakukan cut loss itu pedihnya seperti saat ingin putus cinta

Berikut adalah beberapa suggestions bila Anda ingin melakukan cut loss

  1. Lakukan segera, jangan tunda, semakin menunda semakin berat utk cut loss. Semakin menunda, Anda semakin terikat dan tidak mau putus cinta
  2. Saat cut loss, matikan perasaan. Relakan. Jika masih ada perasaan tidak rela, Anda tidak akan pernah mau cut loss. Kesadisan diperlukan di sini. Katakan putus!
  3. Obati luka batin, karena cut loss itu sakitnya tuh pedih sekali. Seperti ditolak cinta
  4. Kalau harga balik lagi, terima nasib saja. Yo wis ben
  5. Kalau harga balik lagi, obati luka batin lagi. Karena sakitnya lebih pedih. Sudah ditolak cinta, dia malah pacaran dgn greatest friend
  6. Habis cut loss, ngadem dulu. Habis putus cinta, jangan langsung cari lagi, nikmati kejombloan dulu. Kalau terburu-buru buying and selling lagi, Anda akan terjebak overtrading atau revenge trading
  7. Habis cut loss, refleksi. Setelah itu belajar lagi. Move on. Lalu coba lagi di lain kesempatan

Akhir kata, ingat kata-kata Ed Seykota: Cut loss, cut loss, cut loss then you will have a chance (as a trader)

Semoga artikel ini menginspirasi.

 

Baca Juga
Related Post

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad